Breaking Articles

Asing Lepas Rp771 Miliar di Sesi I, BBRI dan BBCA Jadi Sasaran Utama Tekanan Jual



Investor asing kembali menekan pasar saham domestik. Pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/6/2026), tercatat aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp771 miliar di pasar reguler. Arus dana keluar tersebut terkonsentrasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps, terutama sektor perbankan dan petrokimia.

Tiga emiten yang menjadi fokus pelepasan asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Chandra Asri Pacific Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk. Tekanan jual tersebut terjadi bersamaan dengan pelemahan harga saham ketiganya sepanjang sesi perdagangan. Data ini merujuk pada laporan BEI yang dirilis melalui Stockbit Sekuritas dan dikutip Investor Daily.

Saham BBRI menjadi salah satu yang paling banyak dilepas investor asing. Pada sesi I, asing membukukan net sell Rp127,2 miliar dengan volume transaksi mencapai 43,7 juta saham berdasarkan harga rata-rata perdagangan.

Tekanan tersebut membuat saham BBRI turun 1,02% ke level Rp2.900. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir, di mana BBRI tercatat turun 3,9% dalam satu bulan terakhir dan terkoreksi 20,7% secara year to date (YTD).

Aksi jual ini juga mempertegas tren pelepasan asing yang telah terlihat pada perdagangan Jumat (19/6/2026) lalu. Saat itu, investor asing juga mencatatkan net sell Rp137,1 miliar pada saham BBRI.

Tekanan serupa terjadi pada saham BBCA. Investor asing membukukan jual bersih sebesar Rp101,2 miliar dengan volume transaksi mencapai 16,2 juta saham hingga akhir sesi I.

Sejalan dengan aksi jual tersebut, harga saham BBCA turun 1,59% ke posisi Rp6.200. Meski masih mencatat kenaikan 4,2% dalam sebulan terakhir, secara akumulatif saham ini masih terkoreksi 23,2% sepanjang tahun berjalan.

Menariknya, kondisi BBCA kali ini berbanding terbalik dibanding perdagangan pekan sebelumnya. Pada Jumat (19/6/2026), investor asing justru tercatat melakukan net buy Rp317,1 miliar pada saham bank swasta terbesar tersebut.

Pergerakan dana asing yang kembali keluar dari saham-saham unggulan menjadi sinyal yang terus dicermati pelaku pasar, terutama untuk melihat arah sentimen dan potensi tekanan terhadap pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Tidak ada komentar